• Hijrah

    Mari Perbaiki

    Ibnu katsir mengatakan bahwa seseorang akan diwafatkan di atas kebiasaannya. Apabila kebiasaannya digunakan untuk keta’atan pada Allah subhanahu wa ta’aala, maka in syaa’ Allah ia akan diwafatkan pada kebiasaannya tersebut. Apabila ia beramal dengan amalan-amalan islam maka ia wafat di atas amalan tersebut. Begitu pula sebaliknya apabila ia terbiasa melakukan amalan maksiat & dosa, maka ia diwafatkan di atas kebiasaannya tersebut.

  • Hijrah

    Teman yang Baik

    Teman yang baik itu ternyata harus dipilih. Jadi, sah-sah saja kalau kita memilih untuk berteman dengan siapa. Karena, teman akan memengaruhi kita, keluarga kita bahkan lingkungan kita. Soal ini, Rasulullah sudah menegaskan dalam haditsnya. “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” (HR Abu Dawud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378) Maka, bagi kita yang ingin memiliki lingkungan yang baik, pilihlah teman yang baik. Karena anak-anak kita, akan mencontoh apa yang dilihatnya dari kita, maupun teman kita.    

  • Jadi Orang Tua

    Belajar Homeschooling

    Membersamai anak menjadi hal paling penting bagi orang tua. Bukan sekadar mengamati perkembangan anak. Lebih jauh lagi, orang tua lah yang akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah terkait anak, termasuk pendidikan anaknya.

  • Hijrah

    Mengenalkan Balita Suasana Ramadan

    Anak balita memang tidak memiliki kewajiban berpuasa. Namun, ada cara untuk mengenalkan balita dengan suasana ramadan agar kelak ia mencintai ramadan, cinta masjid dan cinta Islam. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah ajak anak kita menyiapkan takjil di masjid. Pada bulan ramadan, masjid biasanya menyediakan buka puasa bersama. Nah, jadikan kita aktif untuk membantu marbot di masjid menyiapkan menu buka puasa. Libatkan anak kita untuk membagikan air mineral, kurma atau makanan lainnya. Anak biasanya senang.