• Hijrah

    Teman yang Baik

    Teman yang baik itu ternyata harus dipilih. Jadi, sah-sah saja kalau kita memilih untuk berteman dengan siapa. Karena, teman akan memengaruhi kita, keluarga kita bahkan lingkungan kita. Soal ini, Rasulullah sudah menegaskan dalam haditsnya. “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” (HR Abu Dawud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378) Maka, bagi kita yang ingin memiliki lingkungan yang baik, pilihlah teman yang baik. Karena anak-anak kita, akan mencontoh apa yang dilihatnya dari kita, maupun teman kita.    

  • Jadi Orang Tua

    Belajar Homeschooling

    Membersamai anak menjadi hal paling penting bagi orang tua. Bukan sekadar mengamati perkembangan anak. Lebih jauh lagi, orang tua lah yang akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah terkait anak, termasuk pendidikan anaknya.

  • Hijrah

    Mengenalkan Balita Suasana Ramadan

    Anak balita memang tidak memiliki kewajiban berpuasa. Namun, ada cara untuk mengenalkan balita dengan suasana ramadan agar kelak ia mencintai ramadan, cinta masjid dan cinta Islam. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah ajak anak kita menyiapkan takjil di masjid. Pada bulan ramadan, masjid biasanya menyediakan buka puasa bersama. Nah, jadikan kita aktif untuk membantu marbot di masjid menyiapkan menu buka puasa. Libatkan anak kita untuk membagikan air mineral, kurma atau makanan lainnya. Anak biasanya senang.

  • Jalan-jalan

    Mengajak Balita Liburan Ke Luar Negeri

    Salah satu kewajiban utama yang harus dilakukan suami atau ayah adalah membahagiakan anak dan istrinya. Dan hal kecil yang bisa dilakukan adalah liburan bersama keluarga tercinta. Banyak momen dan pengalaman seru selama di perjalanan. Hubungan keluarga pun jadi makin erat. Apalagi, hubungan antara suami-istri yang bisa makin romantis. Alhamdulillah, kami berkesempatan untuk liburan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Ini adalah perjalanan pertama anak kami, Sergio Jamal Baazher (3 tahun) liburan dengan pesawat sekaligus perjalanan pertamanya ke luar negeri. Kami semua antusias mempersiapkan perjalanan ini. Sebab, ini menjadi petualangan pertama kami di luar negeri sebagai keluarga. Apalagi kami membawa Gio yang rasa penasarannya sangat tinggi dan senang dengan hal yang baru. Nah,…

  • Cerita

    Kertas Hari Ini Untuk Masa Depan

    Buku adalah jendela dunia. Saya dan istri yang gemar membaca buku, ingin menularkan semangat hobi membaca kepada anak kami Sergio Jamal Baazher yang berusia 3 tahun. Sejak masih bayi, Gio –panggilan anak kami– sudah senang melihat gambar-gambar hewan. Buku pertama yang dimilikinya adalah soft book atau buku bantal yang bahannya dari kain. Gio makin senang setelah kami memberinya buku kecil yang terbuat dari kertas tebal. Gambarnya ada hewan, huruf, angka atau kartun. Jika Gio sudah bosan, maka kami membelikannya buku baru. Bahkan, kami sering mengajak langsung Gio ke toko buku. Hasilnya, semua buku yang ada di rak buku diacak-acaknya hahaha… Contoh sederhana ini menunjukkan jika kita tak bisa hidup tanpa…

  • Hobi

    Sepak Bola itu Motivasi

    Sebagian orang menjadikan sepak bola sebagai profesi. Ada juga yang sekadar hobi, jadi ladang bisnis atau hanya dinikmati lalu selesai. Bagi kami, sepak bola itu adalah motivasi. Karena lewat sepak bola, banyak hal terjadi. Pada awalnya, saya bukanlah orang yang hobi sepak bola. Saya senang main bola, tapi tak terlalu suka nonton bola, apalagi mengikuti berita sepak bola. Tapi tuntutan pekerjaan, membuat saya harus belajar menikmati sepak bola serta hal-hal unik di dalamnya. Ceritanya terjadi sekitar 2009 lalu, saat saya menjadi jurnalis di sebuah koran nasional. Setelah terlalu enak di-desk liputan khusus, saya diminta pindah ke desk olahraga, utamanya sepak bola. Sempat menolak, tapi apa mau dikata. Di ujung telepon…

  • Hijrah

    Edukasi dan Mimpi Kunci Kemajuan Bangsa

    “Dengan Ilmu Kita Menuju Kemuliaan” (Ki Hadjar Dewantara 1889-1959) Sekitar enam dekade silam, Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara menanamkan pondasi pendidikan saat Indonesia mulai merdeka. Ki Hadjar Dewantara tahu betul, dengan pendidikan sebuah bangsa bisa merdeka. Dengan pendidikan, sebuah bangsa menuju kemuliaan. Karena edukasi adalah kunci kemajuan bangsa. Kini, pondasi yang ditanam Menteri Pengajaran di era Presiden Soekarno itu mulai kita rasakan bersama. Selama 72 tahun merdeka, bangsa ini perlahan dan pasti mulai berkembang. Setiap orang mulai sadar betapa pentingnya edukasi untuk membuat perubahan. Perubahan yang dimulai dari keluarga, akan membawa kemajuan suatu bangsa. Sebagai mantan siswa yang mengalami berbagai perubahan metode pendidikan sejak SD, SMP, SMA hingga kuliah,…

  • Jadi Orang Tua

    Belajar Merdeka Lewat “Home Learning”

      “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” Ki Hajar Dewantara (1889-1959) bisa jadi paham bahwa pendidikan sejatinya berawal dari rumah. Orang tua harus mengambil alih pendidikan bagi anak-anaknya, karena orang tua yang paling paham bakat dan kemampuan anaknya. Inilah semangat pendidikan sejati, dimana anak dan orang tua belajar bersama, menjadi partner belajar seumur hidup. Bertahun-tahun kemudian, semangat ini muncul dan kini menjadi tren di kalangan orang tua modern. Namanya Homeschooling atau Home Learning. “Semangat home learning adalah merdeka belajar. Merdeka untuk memilih belajar di manapun, baik di dalam rumah maupun di luar sekolah,” papar Aranggi Soemardjan, Founder dan CEO Clevio Coder Camp pada peluncuran buku parenting “Home Learning:…